Science Camp 2010 part.1

Posted: 10 Juli 2010 in Tak Berkategori

Sekarang gue lagi duduk didepan laptop kayak orang bego ol hampir 6 jam. Untung keluarga gue lagi pada ke Pamulang jadi gue bisa leluasa ol. Ok gue mw bercerita tentang Science Camp 2010 yang diadain di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) Lido, Sukabumi. Dari tanggal 1-4 Juli 2010.

Rabu, 30 Juni 2010.
Keberangkatan Tim Pendahulu

Pagi itu gue bangun jam setengah 6, padahal jam setengah 7 gue harus berangkat ke planetarium. Setelah buru2 akhirnya gue bisa berangkat juga ke planetarium. Gue langsung ke kantin di belakang kantor planetarium, disana baru ada Arseki (tim pendahulu), Adly, kak Nurdin, n kak Yuda. Karena masing nunggu kak Lita yang belom dateng akhirnya gue sama yang lain nonton film Prince of Persia (Salah satu film yang belom gue tonton) di komputer kak Yuda. Gak berapa lama kakLita sampe, kita langsung jalan. Dengan resmi Tim Pendahulu yang beranggotakan gue, Arseki, n kak Lita siap berkelana pagi itu ditemani kak Nurdin.

Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki dari planetarium ke stasiun Gondangdia. Di perjalanan gue merasa kesulitan n kesakitan gara2 packing yang gak bener. Tim naik kereta ekonomi jam 8, dan kita tiba di stasiun Bogor sekitar jam 10. Sambung naek angkot 2 kali ke arah cicurug. Setiap naek turun angkot gue masih jadi orang yang paling repot karena bawaan gue yang agak berat. Di perjalanan angkot mogok gara2 overheat, disini gue kesulitan lagi mindahin tas, nasib…nasib…

Jam 12an tim turun di Lido Resort, n ke kantor Lido terlebih dahulu. Disini tim ketemu Mas Atuk n Mbak Mayang, n sempet ngobrol2 mengenai masalah acara. Habis itu kak Nurdin pamit pulang, dan tim masih harus naik ke PPKAB. Tim nunggu Mas Igud yang lagi ke kantor Lido. Ternyata setelah sampe, dia mau pulang dulu n nanti balik lagi. Akhirnya kita ngegembel di depan kantor Lido sambil nungguin. Sekian lama nunggu akhirnya Tim jalan juga jam setengah 3.

Perjalanan dimulai dengan naik ojek dari kantor sampe Desa Bodogol kurang lebih sejauh 3.5 km. Habis turun dari ojek kita ke rumah temen kak Igud dulu, katanya dia interpreter juga. Akhirnya orangnya keluar, dan kita sempet kenalan.

gue : sambil ngulurin tangan n sedikit senyum “Saya Helmi”.
dia  : “Alay” jawab dia sambil salaman sama gue.
gue : “…” dalem hati gue cumabisa ngomong ‘ini kuping gue yang budek apa emang itu namanya?’ Temen2 yang lain juga dengernya begitu.

Akhirnya misteri nama dia akan tetap tersimpan hingga beberapa waktu kedepan. Kita lanjutkan perjalanan melalui trek perkebunan untuk memotong jalan. Di perjalanan cuaca cerah sangat mendukung perjalanan sore itu, dan matahari tidak begitu terik. Terhampar hijau tanaman kebun dikiri dan kanan trek, jalan yang masih terdiri dari tanah yang bila terkena hujan akan menjadi lumpur. Sesampai di jalan utama, pemandangan berganti menjadi jurang yang dibawahnya mengalir sungai dari mata air. Derasnya aliran air seakan mewarnai perjalanan yang cukup melelahkan ini.

Pemandangan Bodogol

Pemandangan Bodogol

Sampai batas hutan dan perkebunan, kita istirahat sejenak di sebuah saung untuk melepas dahaga. Sekitar 10 menit istirahat, perjalanan dilanjutin lagi. Trek jalan yang tadinya terdiri dari aspal yang rusak parah, kini tergantikan oleh susunan bebatuan yang dibuat sehingga membentuk jalur ban mobil. Jalan yang terhampar ini nampak berlumpur karena bekas hujan semalam.  Sejauh mata memandang, hanya ada pepohonan yang menjulang tinggi diikuti suara2 serangga. Dalam perjalanan sempat beberapa kali kaki gue n arseki masuk ke lumpur. Kami sempat beberapa kali beristirahat dalam perjalanan karena beratnya barang bawaan yang kami bawa.

jalan di dalam hutan Bodogol

jalan di dalam hutan Bodogol

Setelah berjalan hampir 1.5 jam akhirnya kami sampai ke PPKAB, setelah berjuang berjalan jauh, kami harus menaiki anak tangga yang tergolong sangat banyak. Sampai ruang makan, gue sama temen2 yang lain langsung tepar gak kuat. Disitu kita sempet ngomongin teknis acara dan masalah penjemputan. Disitu juga gue ngebuka bungkusan nasi yang dah gue bawa dari Jakarta n makan ditemani pemandangan hutan yang masih benar2 terjaga dan angin sejuk yang berhembus.

Habis makan kita ke ruang kelas yang bakal dijadiin tempat tidur sementara. Pada posisi awal kasur adalah Arseki, gue, baru kak Lita. Berubah lagi jadi Kak Lita, Arseki, baru gue. Dengan biadabnya gue tuker posisi dengan Arseki, jadi posisi berubah lagi (Kak Lita, gue, baru Arseki). Cuaca sore itu mendung dan gelap, gak lama setelah itu hujan pun turun walaupun tak begitu deras. Di ruang kelas karena listrik belom ada, penerangan satu2nya adalah lampu badai. Karena capek, akhirnya kita ketiduran jam setengah 6, untungnya dah sholat ashar dulu.

Malamnya gue bangun dari tidur jam 12, karena gak ada temen, gue tidur lagi. Jam 2 gue bangun lagi n gak bisa tidur lagi, gue saat itu cuma dengerin suara2 hewan yang ada disekitar situ. Sampe jam setengah 3 gue sms temen panitia yang lain siapa tahu ada yang udah bangun, ternyata belom pada bangun. Gak berapa lama si Arseki bangun n ngajakin solat isya. Akhirnya gue berdua sholat sekitar jam 02.45. Habis itu tidur lagi, n jam setengah 6 bangun buat solat subuh, terus tidur lagi.

to be Continue . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s