Science Camp Part.4

Posted: 9 Agustus 2010 in KIR, petualangan (ngebolang), Sehari-hari

Maafkan blogger yang satu ini dah sebulan lewat dari acara baru di posting, tp tak apa ini lebih baik ketimbang gak ada yang gue ketik. Yeah akhirnya ada laptop juga yang bisa gue pake, haha.

Sabtu, 3 Juli 2010
Hari ke-3

Hari itu gue bangun agak siang, masih ngucek2 mata, n menggeliat2 kayak cacing padahal orang2 baru pada selesai solat di sebelah gue. Perlahan tapi pasti gue nunggu giliran ke kamar mandi karena panggilan alam, habis itu solat

Pagi itu akan diadakan presentasi dari masing2 kelompok penelitian. Masing2 kelompok, setelah sarapan pagi. Sekitar jam 7 genset dinyalain dan listrik pun ada. Disini masing2 kelompok berlomba nyari spot (stop kontak) enak buat ngelanjutin presentasi.

Presentasi baru dimulai jam 10, dan kelompok gue presentasi ke-2 setelah kelompok penelitian Primata.

Saatnya kelompok gue presentasi, anggota kelompok ada gue, Adly, Nadia, Amma, n Billah. Pas lagi presentasi ada satu hal yang jadi kekurangan kelompok gue, yaitu latar belakang, metode, permasalahan, batasan masalah itu gak ada dalam presentasi!. Mau gak mau gue yang ngejelasin bagian itu cuma ngarang seadanya, sampe2 gue presentasi muka gue ngelihatin gambar proyeksi bukan ke peserta yg laen. Setelah presentasi dan melewati beberapa pertanyaan, akhirnya kita bisa duduk juga.

Presentasi dilanjutkan oleh kelompok peneliti tumbuhan obat dan burung. Setelah presentasi dari mereka, presentasi break terlebih dahulu. Baru keluar dari ruang kelas tiba2 listrik mati. Ah mungkin bensinya abis kata gue. Yaudah kita lanjut ke ruang makan karena perut dah keroncongan, haha.

Menu siang itu nasi, tempe, sayur asam, n apa ya satu lagi gue lupa gak lupa segelas teh panas walaupun disiang bolong. Pas gue ngaduk2 sayur asem, niatnya cuma mau nyari kacang, yang gue dapet adalah sesendok sayur melinjo, gue coba ambil d sisi yang lain masih melinjo juga. Disini dapat disimpulkan bahwa bodogol kelebihan melinjo. Bayangin aja dari hari kemaren sampe sekarang ketemu melinjo.

Selidik punya selidik, penyebab matinya listrik bukan karena bensin habis, tapi gensetnya meledak, haha. Sebenernya dari malem gue udah curiga, soalnya stabilizer di ruang kelas sempet bunyi2, n ada sinar putih gitu “tekk…tekk”, pas gue cabut beberapa colokan, bunyinya ilang. Setelah berbagai olah TKP dan kesaksian beberapa orang saksi, ternyata penggunaan listrik masing2 kelompok menjadi penyebab utamanya, mau tak mau malam ini semua tidur gelap gulita.

***

Sekitar jam 2 an kak Febry ngajak beberapa anak termasuk gue buat turun ke stasiun riset. Letaknya sekitar 100 meter dari gerbang masuk PPKAB ke arah kanan, nurunin lembah. Dalam perjalanan, banyak ditemui beberapa tumbuhan yang jarang kita temui dan beberapa serangga termasuk kupu-kupu.

Sesampainya disana yang gue liat adalah sebuah bangunan rumah panggung putih yang kaki2nya terbuat dari semen. Tangga rumah yang cukup tinggi, hampir setingi orang dewasa. Rumah ini dikelilingi oleh balkon yang memudahkan seseorang untuk mengamati keadaan sekitar. Dibawah rumah itu banyak ditemukan barang2 bekas yangudah gak dipake lagi. Tapi dibalik itu ada sebuah kehidupan yang sudah jarang dapat kita lihat di hiruk piruk kota jakarta yaitu “undur-undur”. Gue nemuin banyak sarang undur2, pertama gue tes pake semut n berhasil, disini masih banyak undur2.

Setelah iseng mainan undur2, gue mau ngebaca papan peta PPKAB, disebelah kiri gue agak turun kebawah. Pas gue ditengah2 diantara Stasiun Riset dan papan, gue ngedenger suara geraman kucing dari arah semak2 didepan gue. Karena gue takutnya itu macan, lebih baik gue mundur daripada diterkam. Setelah sempet cerita ke kak Febry, kata dia memang daerah situ tempat lewatnya macan.

“Dulu pernah ada peneliti yang lagi tidur2an di balkon belakang, tanpa dia sadari ada macan yang lewat di kolong rumah. Si peneliti cuma bisa ngelihat ekornya yang kian menghilang dibalik rimbunnya semak2 dan pepohonan.” Cerita kak Febry. Gue yang baru ngalamin hal itu cuma bisa diem aja, n lupain kejadian itu.

Di selatan langit mulai gelap, awan hitam mulai datang, kak Febry mengintruksikan rombongan untuk kembali ke wisma.

Stasiun Riset

Stasiun Riset

***

Sampe di wisma gue langsung ke ruang makan, ngeliat ada binokuler nganggur gue embat aja, lumayan buat ngamatin pemandangan Bodogol. Lagi asik2nya ngamatin pemandangan, gak sengaja gue ngeliat burung elang lagi terbang di sekitar PPKAB, spontan menjadi tontonan orang2 yang ada disitu. Kejadian ini terus berulang sampai 3 kali. Hingga akhirnya burung elang gak nampakin dirinya lagi sampai esok hari. Dari arah selatan awan hitam terus berjalan kearah Bodogol, pertanda hujan akan turun lebat

Sejam kemudian  benar aja, hujan turun dengan derasnya, dan gue terjebak di ruang makan. Tapi gue gak sendiri, masih ada orang2 yang lain kayak Aini, Febry, Vika, Inaka, Kak Febry, dll. Disini dingin mulai terasa, waktu itu gue cuma make kaos oblong, sama celana pendek, ya Allah dinginya sampe ke tulang2. Walaupun bagian belakang udah ditutup tirai bambu, masih aja kerasa dingin. Cuma segelas teh tawar panas yang jadi penawar dingin dan bahan perbincangan antara gue, Aini, Febry, Vika, n Inaka (Iya gue cowok sendiri).

Perbincangan dimulai dari KIR masing2 sekolah sampai2 kak Febry ikut2an nimbrung dan pembicaraan merembet ke presentasi penelitian hutan. Disitu gue ngejelasin secara ulang penelitian kelompok gue trutama metode “plotting area”. Gue sendiri masih bingung gimana cara ngejelasin plotting are disini, tp ya mudah2an ngertilah walau cuma sedikit “maaf ya kak Febry, haha).

Malam pun menjelang, mentari sudah kembali keperaduan di garis langit. Kini semua hanya diterangi lampu badai, suasana sungguh indah malam itu. Saatnya sholat magrib (tadi gue dah sholat asar sebelumnya). Yang tadinya gue sholat sendiri, sekarang gue ngajak anak2 yang sholat ke mushallah di belakang ruang makan, cuma bermodal lampu badai, gue berempat (gue, Febry, Vika n Inaka) jalan ke mushollah. Mushollah yang gue tuju sendiri berbentuk bilik seperti panggung yang terbuka. Cuma sebuah lampu badai yang jadi penerangan kala itu, saat hujan masih turun dengan derasnya, saat dingin masih membekukan kuli, dan saat perut ini kelaperan (hehe).

Habis sholat ganti2an karena keterbatasan ruang dan peralatan sholat, kita balik lagi ke ruang makan. Disana makanan udah mulai disiapin, kita beranjak ke meja tempat berkumpul. Balik algi ngomongin kir. Gak lama makanan sudah siap 100%, karena hujan masih deras, n gak ada payung, kita akhirnya makan duluan. Orang2 yang dia wisma? biarkan saja apsti ada yang turun nanti.

Eh benar aja, ada yg turun satu orang, trus manggil yang lain. Gak lama rombongan dateng dan ruang makan yang tadinya sepi kini ramai canda tawa semenjak mereka datang.

Di meja gue setelah acara makan2 selesai, diadakan game jujur2an dengan hape gue sebagai penunjuknya (hape gue pasti dikorbanin buat ginian). Yang konyol adalah sebelum bertanya harus ditentukan temanya, salah satunya adalah “cinta”. Dan itu berisikan pertanyaan2 gila, sampai mau ngorek2 tanah. Setelah gila2an dan ketawa2 ngakak, udara dingin gak terasa berkat kehadiran mereka. Catatan : gue sama kawan2 dah kejebak hujan selama 3 jam atau biasa disebut terisolir selama 3 jam.

***

Sekitar jam 9, presentasi dari kelompok serangga dan air dilanjutkan walaupun tanpa listrik, tapi mereka semua tetap bersemangat menyampaikan presentasi dgn pencahayaan seadanya. Good job kawan. Presentasi dilakukan sampai jam 22.30, tadinya akan diadakan malam keakraban, tapi karena faktor waktu yang sudah terlalu malam, mereka semua harus menyimpan tenaga karena besok mereka harus pulang ke jakarta.

Gue rasa dah cukup dulu untuk postingan kali ini, nanti kita lanjutkan pada postingan berikutnya. Maaf kalo gak ada fotonya, ini karena gue g ada wktu buat ngedownload foto n uploadnya.

Berhubung bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, gue mohon maaf lahir dan batin, selamat menjalankan ibadah puasa!!!

to be continue. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s