Science Camp 2010 part.5 end

Posted: 15 Agustus 2010 in Tak Berkategori

Minggu, 4 Juli 2010
Hari ke-4

Di hari terakhir ini acara banyak dihabiskan dengan jalan2 di areal PPKAB. Sambil nunggu sarapan teman2 SC pergi ke jalur kanopi, lumayan daripada harus nunggu sambil bengong, siapa tahu ada kisah unik menanti.

Perjalanan dimulai sekitar jam 06.30 melewati jalur kanopi. Dengan kekuatan sekitar 30 orang, belom mandi, rambut acak2an, dan tenaga seadanya karena belum sarapan, rombongan siap berjalan2 ria di pagi yang cerah itu. Dimulai dengan berjalan beberapa ratus meter, menyusuri blok2 yang kini sudah berlumut. Licin memang, sedikit bertaruh nyawa karena sisi sebelah kanan merupakan lembah yang cukup dalam. Tapi perjalan menegangkan ini terkalahkan oleh sebuah maha karya Tuhan yang tebentang di hadapan kami. Hamparan bukit hijau sejauh mata memandang dan lembah hijau yang masih diselimuti kabut, andai lukisan ini dapat gue bawa pulang.

maha karya Tuhan

maha karya Tuhan

Sunyinya pagi itu membuat riuh canda dan tawa kami dalam sebuah keakraban, sambil menikmati segarnya udara dan pemandangan sekitar. Yang perlu digaris bawahi dari udara di Jakarta dan Bodogol adalah kualitas udara disini BENAR-BENAR bersih, jauh sejauh-jauhnya beda sama Jakarta. Bernafas disini terasa plong dan segar, gak kayak di Jakarta sesak n banyak polusinya.

Balik lagi ke perjalanan rombongan, sekarang rombongan jalan memutar ke jalur kanopi sekitar 200 meter. Trek mulai sedikit menanjak, dan lama kelamaan mulai menurun. Di kiri adalah tebing ke arah atas, dan di sebelah kanan jurang yang ditumbuhi pepohonan. Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di salah satu tempat dengan tanah blok berlumut yang cukup luas dan brundak2. Semua istirahat sejenak, dan diadakan sesi foto2 (maaf untuk postingan kali ini belum bisa menyisipkan foto karena modem yang lagi bener2 lemot).

Habis sesi foto2, perjalanan dilanjutin lagi nurunin beberapa anak tangga. Sampai di samping sebuah sungai kecil, yang airnya masih jernih, ingin rasanya mencoba segarnya air di pegunungan. Langkah demi langkah rombongan tiba di jembatan kanopi. Jembatan ini mempunyai panjang total kira2 100 meter, dan 20 meter dari tanah. Terbuat dari rangkaian besi dan dicat hijau, ditengah2 terdapat tempat pengamatan. Jembatan ini cuma bisa dilalui 5 orang (maksimal 5 orang), jadi kita ngantri ngelewatinya. Gue dapet giliran terakhir bareng guardian, ka yuda, adly, tini, n bayu. Setiap kuota ini berhak mendapatkan sesi foto di jembatan, termasuk gue dkk.

Pas perjalanan baru setengah jalan, kak yuda minta langkahnya jangan cepat karna bikin jembatan goyang. Selidik punya selidik ternyata kak yuda takut ketinggian (maaf ya kak harus di bongkar). Bukanya ngikutin apa kata ka yuda gue dkk malah menjadi, kita goyangin jembatanya n ngalangin jalan ka yuda, alhasil ka yuda makin panik haha. Raut wajahnya dah menunjukkan kalo dia dh bener2 panik.  Bunyi besi yang digoyang2kan dan suara ketawa ngebuat suasana makin ribut di kanopi. Karena grup berikutnya dah sampai di tempat pengamatan n kasihan ka yuda, kita buka jalan dan sesi ketawa2 di kanopi berakhir.

Setelah ngelewatin jembatan kanopi, semua rombongan ngumpul lagi dan harus ngelalui rangkaian anak tangga berlumut dan berliku2  ke atas. Selama usaha melewati anak tangga itu, gak ada tiang pembatas untuk dijadikan pegangan, cuma ada pohon ukuran tiang, perdu dan semak di kanan kiri trek. Selain itu trek juga makin sempit.

Perberhentian berikutnya adalah catwalk. Bentuknya seperti balkon rumah yang cukup luas kira2 3×4 meter. yang dikelilingi besi penyanggah. Disini biasa digunakan sebagai tempat pengamatan burung, karena menghadap langsung ke arah lembah dibawah. Pemandangan disini cukup indah pagi itu, saat lembah yang diselimuti kabut perlahan-lahan disinari sinar matahari dari balik kaki gunung. Hembusan angin sejuk dari arah lembah semakin membuat suasana hati kian tenang setelah letih berjalan kaki. Coba kita bawa makanan dan sarapan disitu, gelar tiker sambil nikmatin pemandangan pagi itu (ini piknik), dijamin selera makan bertambah. Setelah puas menyaksikan pemandangan sekaligus foto2, rombongan balik ke wisma buat siap2 makan dan bersih2.

at catwalk

at catwalk

***

Setelah semua peserta dan panitia menikmati dan menghabiskan sarapan pagi (makanan terakhir yang disajikan di PPKAB), kegiatan berikutnya adalah beres2. Setelah mandi dan packing semua peserta ngebawa tas masing2 ke saung kecil diantara lapangan dan ruang makan. Sesudah kekumpul semua barang2 dan sudah dipastikan tidak ada lagi barang2 berharga  yang ketinggalan di ruangan maupun kamar mandi (hayo apaan?), selanjutnya adalah apel penutupan dan sesi foto bersama para volunteer dan interpreter PPKAB sekaligus berpamitan.

foto dengan spanduk SC

foto dengan spanduk SC

foto bareng

foto bareng

Setelah sesi itu, tas2 dibawa masing2 peserta turun ke saung di dekat pintu gerbang. Jalanan turun dengan anak tangga yang lagi2 licin dan berlumut. Entah kenapa tas yang gue bawa sekarang gak menyiksa gue seperti pas dateng ke PPKAB, sekarang benar2 ringan dan nyaman. Apa mungkin karena packing gue yanng sebelumnya salah ya?. Yap semua akhirnya tiba di saung bawah n meletakkan semua barang disana, termasuk gue.

Tugas berikutnya adalah mencari angkot dan dibawa ke pos hutan Bodogol di desa. Tugas ini diambil alih (emang ditugasin) oleh gue, Adly, n Guardian. Kini gue bertiga resmi menjadi tim pendahulu penyedia kendaraan. Setelah pamit sama anak2, tim pun melangkah pergi dengan pasti. Langkah demi langkah meninggalkan PPKAB menembus jalan setapak di tengah hutan, berfikir mungkin ini terkahir kami melihat PPKAB saat itu, entah seperti apa beberapa tahun lagi. Yang pasti gue sendiri akan merindukan PPKAB.

Selama perjalanan adly dan guar bebincang soal pelatihan OSN, gue disitu cuma diem aja sambil ngamatin jalan dan pemandangan sekitar. Beberapa kali kaki adly masuk ke lumpur, dan parahnya lagi dia cuma make sendal jepit. Dalam perjalanan tim nemuin beberapa hal unik, mulai dari cacing tanah yang panjangnya kira2 35 cm, kupu2 yang warnanya indah, kumbang, dll. Berjalan langkah demi langkah hingga tim sampai di saung perbatasan hutan dan perkebunan, disana tim memutuskan untuk beristirahat. Setelah 5 menit beristirahat tim kembali melanjutkan perjalanan. Rute yang dipilih tim adalah jalur perkebunan atau jalur alternatif. Sambil menikmati pemandangan perkebunan, dan hamparan hutan di seberang jurang pemisah, kami nikmati karunia Tuhan sambil terus berjalan.

Akhirnya tim tiba di pos dan langsung nyewa 3 ojek ke Lido Resort. Tujuan selanjutnya adalah ke jalan raya dan nyari angkot buat ngangkut anak2 dan barang2.

***

Pencarian angkot masih berlangsung, gak sengaja ketemu keluarga Guardian yang dengan spontan ikut ngebantu pencarian angkot (thanks ya buat keluarga guar). Sampai kekumpul 3 angkot tim langsung cabut ke pos Bodogol.

Sampe pos tombongan sudah sampai beberapa, tinggal menunggu 1 rombongan lagi. Setelah rombongan yang dipimpin kak nurdin sampe, masiha ada masalah lagi, mobil barang selip lagi di jalan. Lantas kak nurdin ngajak beberapa pria perkasa untuk membantu mobil yang barang yang selip (kita sebut tim penolong).

Langakah demi langkah, detik demi detik tim lewati menuju lokasi selipnya mobil. Sampai disana mobil barang sedang ditarik oleh mobil jeep yang dikendarain A Atuk. Dengan semangat 45′ dan energi pas2an gara2 kecapean, tim membantu mendorong mobil barang. Usaha pertama gak berhasil, begitu pula yang ke-2 dan ke-3. Lama kelamaan usaha tim membuahkan hasil, mobil barang berhasil keluar dari kubangan lumpur.

Karena merasa capek bila pulang jalan kaki lagi, gue minta izin ke A Atuk buat nebeng sampe pos Bodogol, dan boleh. Akhirnya tim kebagi dua, ada yang di mobil barang, ada yang di mobil jeep. Gue ada d mobil jeep, sama ka nurdin, guardian, abdullah, n yang lain. Gue duduk di atas ban cadangan di belakang, badan gue keluar. Gue bener2 nikmatin perjalanan ini, alam terhampar luas di hapan tim, sejuk angin melepas semua letih, dan matahari menyinari perjalanan ini, sungguh anugerah Tuhan yang nikmat.

Akhirnya tim sampai di pos, setelah pamitan dan berterimakasih ke A Atuk atas tumpanganya, rombongan bersiap berangkat ke stasiun Bogor. Gue sempet bingung karena gak kebagian tempat tapi untung anak2 dari 35 mau turun di Lido Resort karena ada acara yang mesti mereka kejar. Jadi sementara gue ngegantung di angkot sama kak Ian sambil ngobrol dan kembali menikmati saat2 terakhir di Bodogol.

Setelah sampai di Lido Resort, anak2 35 (Dick, Abdullah, n Ayu) turun, dan gue sma kak Ian bisa duduk di dalam. Perjalanan pun dilanjutkan dengan memutar jalan ke arah gunung salak. Selama perjalanan gue cuma bisa tidur karena ngantuk bener2 ngantuk, sampai ke stasiun Bogor. Posisi tidur gue tidurin lutut gue, dan vika sama inaka juga tidur kayak gitu didepan gue. Posisi tidur gue bertiga kayak orang yang lagi gabungin pemikiran haha.

Sampe stasiun, habis beli tiket, anak2 ngeleseh semua kayak gembel di lantai stasiun. Sambil nunggu kereta banyak yang beli makanan, atau sekedar ke kamar kecil, gue sendiri disitu cuma beli majalah National Geographic. Setelah kereta sampai, rombongan mulai berebut, karena gak ada tangga beberapa anak terpaksa manjat ke pintu, termasuk gue. Sempet dorong2an sambil bawa tas2 yang besar2 haha.

Setelah dapat posisi duduk, gue mulai tertidur dalam letih. Itu berlanjut hingga stasiun depok, selanjutnya gue terjaga hingga stasiun Manggarai.

Begitu banyak cerita yang gue dan teman2 dapatin, pengalaman yang gak dimiliki orang lain seumuran kami. Bisa mengenal ciptaan Tuhan yang sangat banyak. Berkenalan dengan teman2 baru, mendapatkan ilmu, semakin dekat dengan Tuhan, dan masih banyak yang gak mungkin bisa gue sebutin dengan kata2. Sungguh ingatan yang tak terlupakan.

Teringat saat dulu panitia berusaha mewujudkan Science Camp 201 di Bodogol walaupun ditentang keras, pulang larut, diomel2in, hampir nangis bareng, dan sebagainya. . . Ingin mengangis rasanya. . .

Kini waktu semakin berlalu, tak terasa 1 bulan sudah sejak acara itu, tapi kami selalu ingin bertemu kembali. Inikah keluarga? Inikah persahabatan? atau takdir Tuhan kami semua dikumpulkan?

Hidupku. Tuhanku. Langkahku. Pengabdianku. Tangisku. Dayaku. Keluargaku.
Tanahku. Negeriku. Benderaku.
Ilmuku. Mimpiku. Tawaku. Ke akuanku. Matiku. Darahku.
*)

*)Kata2 di atas terinspirasi dari novel ‘5 cm’ karya Dony Dhirgantoro.

Semoga setelah kisah ini berakhir, akan ada kisah2 berikutnya yang menanti kami di kemudian hari. Amin.

Terima kasih Allah SWT, keluarga, KIR, FOSCA, teman2 Science Camp 2010, dan seluruh orang yang sudah terlibat didalamnya.

Akhir kata dari kegiatan Science Camp 2010. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Sampai bertemu di Science Camp 2011 ! ! !

foto bareng

foto bareng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s