Mimpi = Rasi Bintang

Posted: 10 Februari 2011 in Tak Berkategori

Gue punya sedikit pemikiran soal hidup manusia dgn langit penuh bintang . . .

Dulu gue cuma tahu kalo yg ada d langit kelap-kelip banyak itu bintang, dan gue gak tau kalo itu sebuah rasi bintang. Begitu pula kita sebagai manusia pada awalnya tak pernah tahu mimpi kita…

Lalu gue bertanya ke salah satu temen gue, gue nanya ” itu bintang kok kayak bikin pola?”

“hah?” ngelihat langit “oh itu rasi bintang namanya”

Begitu pula saat kita bertanya, “itukah mimpi ?” …

Lalu gue bertanya “apa nama rasinya? terus bentuknya kayak apa?”,

begitu pula dengan kita, kita mencoba tahu nama dari mimpi tersebut, dan tahu seperti apa mimpi tersebut…

Gue pelajarin setiap bentuk rasi, ternyata merupakan susunan dari beberapa bintang yang membentuk pola. Begitu pula mimpi kita, merupakan serangkaian usaha kita dalam mewujudkan sebuah mimpi…

Setelah gue pelajarin bentuknya, gue mencoba tahu nama2 bintang yg ada di rasi itu. Begitu pula kita, kita  coba mengenal usaha2 yg  dapat mewujudkan mimpi…

Dan gue bertanya lagi “apa dari bintang2 itu bisa ada rasi yg baru?”

dia menjawab “tentu”

Begitu pula kita, dari usaha2 yang ada kita dapat menciptakan mimpi yang belum orang lain miliki…

Hingga pada akhirnya dapat kita simpulkan :

BINTANG = USAHA

GUGUS BINTANG = RANGKAIAN USAHA

RASI BINTANG = MIMPI YANG TERWUJUD

Lalu langit itu apa dalam fikiran gue?

Langit adalah kehidupan manusia, ladang dari banyaknya usaha, banyaknya mimpi yang dapat kita rangkai.

Terus seberapa dekatkah kita dengan rasi bintang (mimpi kita)?

Mimpi sangatlah dekat, tergantung orang menilainya. Kita anggap jarak suatu bintang adalah 2,2 tahun cahaya, berarti kita masih dapat menggapainya (ada batas yg kita ketahui), oleh karena itu selama kita tahu jarak mimpi kita, tahu dimana mimpi kita, kita akan merasa dekat dengan mimpi kita.

Tapi coba bayangkan dengan jarak langit, apakah kalian tahu??? Jawabanya tentu “TIDAK” tentunya kita tidak dapat tahu dimana mimpi kita, dan seberapa dekat mimpi kita, sehingga kita tak dapat meraihnya.

Dari situ gue punya kesimpulan:

” …Gapailah mimpimu setinggi bintang di langit, bukanlah setinggi langit. Karena percuma berusaha demi sesuatu yang kita tak tahu keberadaanya…”

Komentar
  1. Milaursa mengatakan:

    Satu kata buat postingan ini. “great!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s