PIRN X part 2

Posted: 7 Agustus 2011 in Tak Berkategori

Dini hari sekitar pukul 04.00 udara serasa menusuk tulang. Perlahan tapi pasti, mata mulai terbuka untuk menatap duni hari itu. Hanya cahaya lampu yang terlihat jelas masih setia menerangi kamar 5×10  ini.

Diantara dinginnya udara kala itu, gue berangkat ke kamar mandi di sebelah barat. Setelah ngelewatin koridor yang terang, sekarang hanya ada koridor gelap beratapkan genting-genting yang kian berlumut dan berjaring laba-laba. Satu-satunya cahaya cuma ada dari berkas-berkas sinar lampu dari kejauhan.

Sampailah gue di sebuah koridor dimana kamar mandi berderet dengan indah (kayak wc umum) di sebelah kanan, dan dinding di kiri koridor yang membatasi koridor dan tanah berumput di sebelahnya. Gue kira gue yang pertama dateng buat mandi, ternyata salah, gue adalah orang yang kesekian sampe disana. Itu jelas terlihat dari cukup banyaknya peserta yang ngantri buat mandi di situ. Ada sekitar 12 di koridor itu, dimana 6 untuk putra dan 6 lagi unutk putri. 4 kamar mandi besar tanpa lubang kloset sama 8 kamar mandi ukuran sedang dengan kloset. Dan kamar mandinya pun masih make model lama.

Cukup lama menunggu, akhirnya gue dapet giliran mandi. Selesai mandi seperti biasa dilanjutkan dengan sholat subuh di masjid SMAN 3 Jombang…

***

Pagi itu sekitar pukul 07.00 selepas sarapan peserta baris di lapangan utama sesuai dengan kamarnya. Tak lupa semua peserta make kaos PIRN X warna putih dengan selogannya “Bac to Research”. Semua dikumpulin buat persiapan upacara pembukaan PIRN X di pendopo besar kota Jombang yang (katanya) jarak SMA 3 Jombang cuma 500 meter. Perjalanan ke pendopo dilakukan dengan jalan kaki beriringan (maklum kan katanya 500 meter haha) menyusuri jalan kota.

Cahaya lembut masih menyinari apa yang kami lewati saat itu. Rasa bangga akan diri sendiri yang bisa melangkah bersama ratusan generasi muda. Rasa letih tak sediktpun terlukis dari raut wajah mereka, hanya ada canda tawa dan perasaan tentram menjalani pagi itu.

Sekitar 10 menit perjalanan, peserta sampai di pendopo besar kota Jombang. Letaknya ada di Timur alun-alun kota Jombang, dan menghadap ke alun-alun. Pendopo yang besar ditambahkan dengan tenda kondangan berhiasakan kain merah putih di setiap penjurunya. Deret bangku-bangku lipat sudah tersusun rapi dari depan hingga belakang pendopo. Setelah absen hadir dan ngambil snack, gue sama temen2 kamar M4 ngambil tempat duduk di sebelah kanan deret belakang.

Seperti biasa upacara pembukaan selalu diawali dengan sambutan-sambutan, mulai dari Ketua panitia,  Bupati Jombang, perwakilan dari gubernur Jombang, dan perwakilan dari LIPI. Selepas itu dilanjutkan dengan kesenian tari khas daerah Jombang, dan karaoke oleh peserta maupun guru pendamping. Dan yang terakhir pastinya adalah sesi foto-foto di pendopo sebelum balik ke SMA 3 Jombang haha.

Balik lagi ke SMA Jombang, siang itu matahari cukup terik. Hawa pun gak jauh-jauh sama Jakarta, hanya saja kalo di Jakarta hawa panas dan agak sesak baut nafas, tapi di Jombang panas dan gak begitu sesak (faktor polusi). Kegiatan di sana masih berupa aktivitas bebas, karena ada perubahan jadwal acara oleh panitia. Meski begitu, nanti sekita jam 1 siang bakal ada materi dari masing-masing Instruktur baik itu IPA, IPS, dan IPT.

***

Sesuai jadwal, pukul 13.00 semua peserta masuk ke ruang meteri masing-masing bidang. Bidang IPA kumpul di aula tempat registrasi. Bidang IPS di ruang aula kecil di sebelah barat aula besar dan letaknya di sebrang deretan kamar mandi di sebelah barat. Sedangkan untuk bidang IPT sampai tulisan ini dibuat, gue belum tahu tempat materinya di mana.

Gue udah duduk di atas salah satu kursi lipat berpapan yang ada di aula kecil. Kalo di gambarin, ukuran aula ini sekitar 20×5 meter. Bercat warna biru muda, belantaikan ubin kuning pucat dan setiap daun jendel terbuat dari kayu berventilasi (masih bangunan lama). Tempat pembawa materi sedikit naik dari sehingga gampang di lihat dari belakang. Layar LCD dan projector sudah terpasang rapih di depan aula, dan menanti digunakan.

Setelah setiap bangku terisi penuh, materi baru dimulai. Pembawa materi bidang IPS adalah Bapak M. Soekarni,S.E.M.Si dari Puslit Ekonomi LIPI. Materi yang dibawakan adalah tentang basic penulisan karya tulis dan metode-metodenya. Berhubung saat itu ada adzan shalat Ashar, materi dipending dan dimulai lagi setelah shalat Ashar, dilanjutkan dengan pembagian kelompok.

Balik lagi setelah shalat Ashar, kelompok belum juga ditentuin, ini ngebuat beberapa peserta temasuk gue sedikit kesel. Pasalnya pembagian kelompok harusnya dibagikan pas hari Minggu, dan besoknya hari Rabu sudah harus pengambilan data di lapangan. Kalo gak di bagiin secepetnya, bagaimana nasib dari pengambilan data esok hari? sedangkan peserta harus menentukan tema dan konsep penelitian mereka.

Karena ada desakkan dari peserta, akhirnya pembagian kelompok dilakukan. Gue sempet gak ngerti sama pembagiannya soalnya sedikit ribet, hehe. Intinya gue dapet kelompok 5, sedangkan temen gue dari Jakarta kayak Gemilang dan Shofi 1 kelompok di kelompok 1 (mereka janjian). Selanjutnya setiap kelompok duduk melingkar dengan kelompoknya. Di kelompok gue dari 11 orang, cowok cuma ada 2 yakni gue sama anak Jombang yang namanya Dhana. Sedangkan yang ceweknya ada Dinda (Medan), Nacen (Ambon), Kristin(NTB), Ifa (Lamongan), Dhewi(Jakarta), Wulan(Gondang), Dita(Jombang), Erna(Batanghari) dan Yuni(Batanghari). Pertama gue ketemu sama mereka, mereka tuh masih pada diem, gak mau kenalan. Ahirnya mau gak mau gue ngajak mereka kenalan satu.

Sekitar pukul 17.00, kegiatan dipending lagi untuk MCK, sholat magrib dan makan malam. Nanti balik lagi jam setengah 8 malam selepas shalat Isya.

Satu fakta yang mungkin beberapa orang sudah tahu, selama di PIRN gue cuma mandi sekali yakni pas jam 4 dini hari, makanya gue gak mau banyak aktivitas yang ngeluarin banyak keringat. Memang alasan utama gue adalah baju yang gue bawa cuma 7 stel berikut dalemannya, meski ada laundry tetep aja gue emang males mandi kalo emang lagi banyak aktivitas.

Selepas shalat magrib gue ngajak beberapa anak M4 buat ngambil jatah makan di gedung sekretariat. Bentuknya kayak rumah tradisional, beratap joglo, berpintu ganda, dan berdaun jendela ganda. Di sana perwakilan kamar ngisi absen pengambilan makanan, berikut mencantumkan jumlah peserta di kamar masing-masing. Menurut list peserta yang tertempel di dinding kamar M4, kamar M4 ada 25 jiwa termasuk gue, tapi ada beberapa orang yang belum ada khususnya dari daerah Papua. Meski gitu gue tetep nulis 25 orang siapa tahu mereka telat pesawatnya. Makanan disajikan dalam kotak setofoam (seharusnya gak boleh) yang isinya lauk sehari-hari. Sedikit fakta kamar M4, setiap kali makan selalu ada sisa jadi bisa dimakan lagi kalo ada yang laper, dan perharinya jatah dikurangi dari 25 hingga 20 kotak nasi. Sampe kamar, anak-anak langsung ngambil jatah masing-masing (korban kelaparan).

“Fakta unik dari PIRN X kali ini adalah setiap makanan utama yang dikonsumsi adalah AYAM. Yak sekali saudara-saudara A-Y-A-M (Biar heboh). Ayam yang disajikan hanya beda proses, ada yang digoreng, dibakar, opor, dsb. Meski gitu, ayam sempat diganti dengan rendang daging 2 kali, dan bandeng presto 1 kali. Bahkan pernah ayam goreng plus rendang (mantep dah). Di sini gue bersyukur karena bisa perbaikan gizi haha.”

Selepas shalat Isya seluruh peserta balik ke tempat materi masing-masing. Disini selanjutnya dilakukan diskusi mengenai penelitian yang akan dilakukan. Ada beberapa opsi tempat penelitian yakni:

  1. Pengrajin cor kuningan.
  2. Pengrajin manik-manik.
  3. Pesantren Darul U’lum
  4. Penggali pasir di Kali Brantas
  5. Desa dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai Sinden.

Kalo kelompok lain pada sibuk nentuin topik penelitian mereka. Kelompok gue malah pada diem dan bingung mau ngambil penelitian apa. Setelah perhelatan panjang akhirnya diputuskan kelompok gue bakal ngambil penelitian mengenai penambang pasir. Baru bikin rumusan masalah, tiba-tiba ada pengumuman kalo penggali pasir sama desa sinden dibatalkan untuk jadi tempat penelitian. Sontak membuat kelompok yang mengambil tema itu pada kecewa. Mau gak mau ngeganti topik penelitan mereka, termasuk kelompok gue. Karena masih shock, proses perundingan ajadi agak sedikit alot. Pada akhirnya diputuskan kelompok 5 ngambil penelitan mengenai pengrajin cor kuningan bersama 2 kelompok yang lain. Setelah topik selesai, baru penyusunan rumusan masalah, hipotesa dan daftar pertanyaan untuk wawancara esok hari (besok pagi langsung pengumpulan data di lapangan).

Cukup makan waktu juga penyusunanya, sampai pada akhirnya kegiatan hari itu dinyatakan selesai pada pukul 21.00, dan akan dilanjutkan esok hari. Meseki begitu masih ada beberapa kelompok yang berkumpul di luar aula kecil (di ruangan lain)buat nyelesain bahasan penelitian mereka. ‘Terus kelompok lo gimana mi?’ kalo kelompok gue udah bagi-bagi tugas dan pada balik ke kamar masing.

Sampai kamar entah kenapa gue bener-bener ngerasa letih, dan langsung ngerebahin badan menatap langit-langit kamar yang putih. Berharap besok gak ada hambatan yang berarti ngebuat segalanya berantakkan. Gue harap. Perlahan namun pasti, gue meninggalkan duniawi sejenak…

to be Continue…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s