PIRN X part 3

Posted: 3 Desember 2011 in Tak Berkategori

Ya Allah maafkan bogger murtad yang satu ini, bahan udah (banyak bahkan) ada tapi gak sempet nulis artikel karena kesibukan kelas 12. So, silahkan baca sepintas PIRN X hari ke-3.

Selasa, 5 Juli 2011

Pagi itu cukup cerah tuk mengawali hari,  yak hari ini saatnya mengambil data di lapangan. JENG…JENG…JENG…

Selepas sarapan pagi dan melakukan beberapa persiapan, masing-masing dari peserta mempersiapkan diri tuk pengambilan data. Dengan sebelumnya seluruh peserta dikumpulkan di lapangan untuk beberapa arahan.

Sekitar pukul 07.30 seluruh peserta dan pembina berangkat ke lokasi pengambilan data, kecuali kelompok IPT, karena mereka melakukan penelitian di lingkungan SMAN 3 Jombang. Setiap kelompok dapet jatah 1 mobil elf buat nganter ke tempat pengambilan data. Untuk penelitian kelompok gue yang dapet bagian “kerajinan tangan kuningan”, data di ambil di daerah Mojoagung, Jombang. Oya semenjak dari penginapan (baca: SMA 3 Jombang), setiap rombongan dikawal 1-2 polisi hingga tempat tujuan.

Selama perjalanan nampak hiruk-piruk kehidupan masyarakat di bawah teriknya matahari yang kian tinggi. Pepohonan rindang, kian tergantikan dengan toko-toko dan rumah-rumah penduduk. Debu-debu berterbangan tiap kali kendaraan melintasi jalan. Tak segan mereka berjalan meski debu-debu mengintai kesehatan mereka.

Sekitar 20 menit perjalanan, rombongan singgah sejenak di kantor kecamatan Mojoagung. Disini rombongan istirahat sejenak sembari berbincang-bincang sebentar dengan camat Mojoagung. Gak lama, perjalanan lanjut ke kantor desa Mojotrisno, sekitar 5 menit perjalanan.

Sampai di sana, rasanya enggan beranjak dari mobil. Panas kala itu cukup menyengat. Jalanan berbatu-batu kecil yang cukup sempit terasa khas dibatasi dinding-dinding rumah yang kian termakan usia.

Tujuan kunjungan ke kantor desa ini adalah untuk tanya jawab dengan kades seputar penelitian yang akan dilakukan. Tanya Jawab dilakukan di sebuah bangunan yang hanya beratap genting tanpa langit-langit. Nampak sarang laba-laba di sudut-sudut kerangkat atap, menambah ke khasan bangunan itu. Meja-meja yang tersusun cukup rapih menghadap ke sebuah layar projector di sudut ruangan. Selama kurang-lebih 30 menit peserta menikmati tanya jawab yang berlangsung seru.

Oya ada Desa Mojotrisno punya blog loh, cek aja di :

http://mojotrisno.blogspot.com/

Habis puas tanya jawab, saatnya menuju tempat pengambilan data. Letaknya sekitar 300 meter dari kantor desa. Perjalanan ditempuh dengan mobil. Pas sampai di sana, rombongan dihadapkan dengan jalan selebar 1 mobil dengan rumah-rumah yang cukup padat (berhimpitan) di kanan kirinya.

Pengambilan data dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tempat pengambilan data penelitian ini berupa Gallery di mana terdapat bengkel pembuatan kerajinan tangan kuningan di dalamnya.

Ada 3 kelompok yang bakal nagmbil data di tempat ini. Karena tempatnya cukup sempit akhirnya setiap kelompok diundi buat nentuin urutan pengambilan data. Naas kelompok gue dapet bagian yang terakhir, akhirnya kelompok gue pada foto-foto di tempat penyimpanan kuningan yang sebelahan sama bangunan utama. Ada banyak jenis dan model kuningan yang dibuat di tempat itu. Diantaranya tubuh manusia, hewan, bahkan ada yang berupa dewa-dewa dalam agama Hindu. Dan ukurannya beragam, dari yang sebesar katak sedang sampai ukuran manusia.

Sekitar setengah jam menanti, akhirnya kelompok gue bisa ngambil data. Tempat pertama yang didatangin adalah tempat pembuatan cetakkan di lantai dua. Disini cetakakkan pertama kali dibuat dari lilin, untuk ngebuat rongga pada cetakkan. Tahap selanjutnya pembuatan cetakkan kuningan dari tanah liat. Cetakkan tersebut dijemur sampe bener2 kering.

Dilanjutin ke bagian pembakaran di lantai satu, yang suhunya panas banget (padahal lagi terik pula). Disini ada dua jenis pembakaran yakni yang pertama untuk menghilangkan lilin, yang kedua untuk memasukkan logam kuningan cair. Habis dimasukkin ke delem cetakkan, gak lama kuningan bakal ngeras, nah kebetulan waktu itu sudah ada yg siap dipecahin (bukan kuninganya tapi cetakkannya). Setiap cetakan merupakan bagian-bagian tertentu dari model kuningan. Misalnya untuk membuat model kucing dibagi jadi dua bagian, yakni bagian kepala-perut dan perut-ekor.

Potongan model yang udah siap selanjutnya disambungin pake las listrik. Kalo udah nyambung, model terus di ampelas sampe sambungannya gak terlihat. Habis itu pemberian alur/guratan-guratan khusus pada model. Nah kalo udah selanjutnya pewarnaan, ada yg terlihat kuning, maupun kehijauan.

*) tahapan pembuatan yang gue tulis cuma garis besarnya aja :)

Waktu menunjukkan pukul 14.00 dan rombongan balik ke basecamp.

***

Malamnya sekitar 19.30 atau selesai shalat isya seperti biasa masing-masing kelompok penelitian. Pas lagi diskusi gue baru sadar kalo hasil yang didapetin over, dan ada yang belum mengenai topik pembasahan . Alhasil malam itu kelompok gue ngerevisi data yang ada lagi. Meskipun revisi, kelompok gue tuh gak ada serius-seriusnya (apalagi gue haha) kalo kumpul.

***

Malam itu juga gue ngerasa gak enak badan dan mutusin buat tidur awal, padahal temen-temen gue yang lain belom pada balik ke kamar…

NB: untuk foto nanti ya kalo udah rampung 7 hari, ini masih nyicil nyari fotonya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s