PIRN X part 4 (end)

Posted: 9 Maret 2012 in Tak Berkategori

Karena menunggaknya tagihan gue buat nulis postingan, jadi untuk postingan PIRN X akan dirampungkan dalam 1 postingan.

Rabu, 6 Juli 2011

Pagi itu gue kesiangan sodara-sodara jam 05.30 baru bisa melek, padahal dah dibangunin sama yg lain. Kalo di Jakarta jam segitu masih pagi banget buat gue.

“mas helmi dari tadi aku bangun kok gak bangun2? capek banget ya mas?” temen sekamar gue nanya.
“ah? oh ia nh, malem gak enak badan” jawab gue masih setengah idup.

Gak lama habis melek gue ke masjid buat nunain ibadah shalat subuh. Habis sholat gue balik ke kamar, terus ngambil peralatan mandi yang gue taro di tas mini warna pink (iya warna ping, imut ya gue :P). Gak lupa sebelum berangkat, gue nitip pesen ke Umam dkk buat ngambil makanan di ruang panitia kalo dah jam 06.00.

Seperti biasa gue selalu ngelewatin kantin pojok sebelah lab bahasa kalo mau mandi, soalnya kalo lewat lorong deket perpustakaan kejauhan (plus yg gak enak juga). Sampe di kamar mandi yang berjejer kayak wc umum, gue langsung dapet giliran buat mandi, maklum udah agak siang, soalnya peserta lain banyak yang udah pada mandi dari jam 04.30 pagi. Selesai mandi lanjut sarapan, dan menunya ayam lagi loh wkwk.

Oya perlu diingat juga hari itu semua kedatangan Emha Ainun Najib, atau biasa dikenal juga Cak Nun sebagai pembicara. Waktu itu sekitar jam 10 semua peserta yang lagi pada asik ngerjain laporan mau tak mau berkumpul di lapangan utama yang udah dipasang tenda kawinan dan panggung. Di sana peserta duduk manis di bangku2 plastik yang tersedia. Satu hal yang gak bakal pernah gue lupain dari Cak Nun adalah dia meminta para jajaran pejabat-pejabat daerah dan guru-guru yang ada buat duduk di samping peserta atau di belakang peserta. Menurut beliau, kita harus menerapkan selogan ‘tut wuri handayani‘ di mana sudah saatnya generasi muda yang mendapat dorongan dari generasi tua, karena yang menentukan arah bangsa ini adalah generasi muda. Ada lagi yang membuat acara ini menarik, Beliau enggak banyak bicara soal materinya. Beliau lebih banyak bertanya mengenai harapan dan tindakan-tindakan perubahan dari generasi muda untuk bangsa ini di masa depan, mengenai pemimpin ideal, dan bahkan gak segan-segan menanyakan pendapat peserta  terhadap kinerja pemerintah saat ini (padahal ada pejabat2 daerah di situ loh).  Justru hal ini yang menurut gue menarik di mana banyak peserta yang rela ngantre buat menyampaikan aspirasinya masing-masing. Di saat itu pula serasa seluruh generasi muda di Indonesia bersatu untuk menyatakan segala bentuk kecewa dan harapan, yang secara tak langsung semua berjanji di depan para generasi tua untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik di masa depan.

Gak kerasa diskusi udah selesai, padahal masih banyak gurat wajah akan keinginan untuk berbicara. Tapi menurut gue, itu semua sudah sangat lebih dari cukup buat memotivasi para generasi muda.

Setelah acara selesai, rutinitas ngebuat laporan penelitian di mulai lagi. . .

***

Kamis, 7 Juli 2011

Sore itu adalah waktu terakhir pengumpulan laporan penelitian beserta presentasinya. Di sini butuh kerja ekstra buat nyelesain semua. Bahkan gak jarang dari peserta ada yang rela begadang di malam sebelumya buat nyusun laporan dan presentasi penelitian. Tapi pas satu persatu kelompok ngumpulin laporan dan presentasinya, secara tersirat timbul rasa puas akan hasil yang udah mereka kerjakan, tinggal menanti esok hari (Jumat) untuk presentasi.

***

Jumat, 8 Juli 2011

Pagi itu sekitar pukul 8 presentasi masing-masing kelompok dimulai (presentasi ipa, ips dan ipt terpisah). Dan kelompok gue mendapatkan urutan ke-10 (terakhir).  Rasa cemas akan presentasi nanti serasa menghantui mengingat presentasi dari kelompok lain yang terbilang sangat menarik, tambah lagi gue sebagai juru bicara kelompok di dampingin Wulan sebagai moderator gue.

Jreng…
Akhirnya waktunya tiba buat kelompok gue presentasi. Setelah dibuka oleh Wulan, kini saatnya gue sampain hasil penelitian gue. Mungkin ada sebuah kejadian yang gak bisa gue sama peserta lupain pas gue presentasi. Di tengah-tengah presentasi gue sempet negor peserta yang hari kala itu, dikareakan suasana yang terbilang cukup gaduh. Mungkin gue gak masalah kalo dicuekin pas presentasi, tapi yang ngebuat gak enak sebelumnya pak Soekarni (pendamping IPS) udah negor peserta, tapi ribut lagi. Saat tulisan ini ditulis gue minta maaf buat peserta penelitian IPS yang ada kala itu, jikalau memang masih ada yang mengganjal atas apa yang udah gue ucapkan.

Presentasi pun usai, dilanjutkan sholat Jumat di masjid SMAN 3 Jombang. Habis itu bisa di bilang acara bebas sampai sebelum acara malam penutupan. Di waktu-waktu sore menanti malam, gue, Gemilang sama dua  temenya (gue lupa nama mereka berdua) main ke Alun-alun buat hunting foto. Gak cuma gue berempat aja, banyak juga peserta yang main ke Alun-alun. Kala itu alun-alun  ramai menjelang pasar malam. Banyak pedagang makanan sama beberapa kerajinan di sana yang menciptakan rasa ingin membeli, tapi sayang waktu itu gue bawa duit pas-pasan😛

Kita putar waktunya, sekarang  selepas shalat magrib dan makan malam peserta berkupul di lapangan (lagi) buat acara penutupan. Bisa dibilang ini salah satu moment yang paling ga bisa di lupakan. Acara di mulai dari sambutan-sambutan dan pembacaan kelompok penelitian terbaik baik itu dari siswa maupun guru dari semua bidang. Ternyata eh ternyata kelompok penelitian Pak Wawan guru pendamping gue, dapet gelar kelompok penelitian terbaik bidang ipa. Wah selamet deh pak.

Udah kelar penutupan secara resmi, baru banyak acara-acara yang menarik lainya. Mulai dari drama, band, tari saman (temen gue dari Aceh ikutan nari), bahkan sampai unuk kemampuan para peserta. Untuk unjuk kemampuan, Rifqi temen sekelas gue ngedance, keren, cuma kalo gak salah dia sempet kepeleset gitu :p. Ada salah satu sesi paling gila menurut gue, yakni “nyampain pesan dari peserta ke peserta lain”. Ada peserta cowok maju kedepan dan dia bilang kalo dia suka sama salah satu temen penelitiannya, kontras hal ini menarik buat disimak oleh peserta yang ada malam itu. Bagi gue itu hal yang cukup berani, dan itu merupakan kebanggan tersendiri. Gak semua orang berani bilang kayak gitu. Intinya keren dah tu orang.

Setelah cukup larut saat itu sekitar pukul 11 malam, acara malam keakraban selesai. Banyak yang masih sekedar foto-foto atau pun sekedar berbincang-bincang dengan teman yang lain. Gue sendiri waktu itu sama Umam, Olvi, dan beberapa temen yang lain balik ke kamar. Mengingat kamar yang sudah mulai sepi karena Izza (Malang) dan Aan (Yogyakarta) udah pada pulang, gue dkk balik lagi ke deket lapangan tepatnya di kantin darurat yang ada di sebelah ruang serba guna. Di sana sempet memainkan beberapa lagu (make gitar anak pramuka) yang meski pun gak sampai selesai dinyanyikan. Setidaknya malam itu patut dikenang sebagai malam yang indah.

Dan…malam itu kamar terasa sepi meski hanya dua orang yang pulang. Ingin rasanya tetap bersama sampai esok hari, meski satu persatu dari kami kan pulang juga.

***

Sabtu, 9 Juli 2011

Ok hari itu hari terakhir gue ada di Jombang, dan hari itu juga ada Field Trip ke beberapa tempat di Jombang. Tempat pertama adalah ziarah ke makam alm.Gusdur, terus ke tempat kerajinan manik-manik, dan terakhir ke tempat peninggalan kerajaan Majapahit. Tapi gue cuma bisa ikut sampai ke tempat kedua aja, berhubung seitar jam 2 gue harus balik ke Jakarta naik Kereta.

Di Field Trip ini mungkin bisa di bilang tatap muka terakhir gue dengan teman-teman sekamar gue dalam 1 mobil. Dan gue gak mau ngelewatin setiap momen kecil yang masih tersisa selama perjalanan ini, termasuk makan siang nasi kotak yang berisikan ayam goreng bareng temen-temen sekamar di lantai pendopo.

Sekitar jam 1 seluruh rombongan balik lagi ke SMAN 3 Jombang, perjalanan ke situs Kerajaan Majapahit baru berangkat nanti sekitar pukul 2 lewat dari basecamp.

Saat itu tas gue dah siap angkut ke dalam bis antar jemput. Gue bawa ke depan ruang serba guna sembari menikmati pemandangan terakhir akan rupa SMAN 3 Jombang. Serta berpamitan dengan beberapa teman-teman penelitian maupun teman-teman LO. Saat gue dan rombongan beranjak dari sana, entah kenapa ada rasa seakan tak percaya bahwa kami harus dipisahkan lagi oleh jarak dan waktu setelah apa yang kami lewati bersama.

Di Kereta gak sengaja gue segerbong sama ketua KIR Jakarta Timur, Vina. Dia baru balik dari kampung inggris bareng teman2 sekolahnya. Ternyata di kereta itu pula banyak temen-temen gue yang balik ke daerah masing-masing.

Perlahan tapi pasti waktu membawa kami menuju waktu keberangkatan kereta. Sempat saat kereta berhenti di st.Madiun gue dan Kevin membeli 2 bungkus nasi pecel, dan menyantap di pintu gerbong belakang yang sengaja di buka sambil menikmati turunya malam di langit Madiun.

Malam hari sempat terpikir bagaimana kabar teman-teman yang masih di Jombang? tidakkah mereka merasakan kesepian, setelah satu demi satu sudah beranjak? Malam yang panjang untuk coba dipikirkan. Seolah semua berlalu seiring bergeraknya kereta yang gue naiki. Semua sudah lewat, dan masih ada yang harus dilewati dihari-hari berikutnya. Coba menerawang lewat kaca tipis di sebelah gue, cuma gelap yang gue lihat, mungkin sudah kehendak-Nya agar kami bertemu lewat mimpi.

Fajar kian merekah dari jejak yang kami tinggalkan. Dari Jombang kini sudah di Karawang, masih ada waktu 1 jam kurang hingga st.Jatinegara.

Hinggalah sudah kereta di st.Jatinegara, dari sana kami semua berpisah. Semua menuju rumah masing-masing, yak berkumpul lagi bersama keluarga, bersiap kembali untuk hari yang berbeda. Masih teringat bulan terakhir yang terlihat di langit Jombang, mungkin itu salah satu malam terindah yang pernah ada.

Tidakkah kami adalah satuan yang berbeda saat disatukan?
Maha adil Tuhan akan kesempatan bagi kami yang berbeda.
Untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan merasakan suka dan duka dalam 7 kali bumi berotasi.
Kini semua kembali bergergerak dengan arah masing-masinng.
Mungkin ada tanah yang takkan pernah kami pijak tuk kedua kalinya, di sana.
Di mana kami berjanji pada ‘mereka’ para generasi tua.
Berjanji pada diri ‘kami’ para garuda muda.
Berjanji pada diri ‘mu’ Tanah Airku.


Prok…prok…prok…hu…

Prok…prok…prok…ha…
Prok…prok…prok…hu…ha…
Prok…prok…prok…haaa

-PIRN X Jombang-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s