Semesta Tanpa Arah

Posted: 31 Mei 2014 in Tak Berkategori

Semesta Tanpa Arah

 

Aku kecil di bawah bayangan langit.
Menunduk, berdoa pada Tuhan.
Melepas nafsu duniawi, mengalir dalam aliran nafas.
Berhembus kian tipis, hingga ku temukan kekosongan.
Candra ku pergi, menembus ruang dan waktu tanpa ku mengerti.
“Tuhan di mana keberadaan ku?”

Kosong dan hampa, diantara sepinya semesta luas tanpa arah.
Melayang diantara energi hitam.
Dingin menyeruak dalam degup jantung, membekukan nalar ini.
Mengeras dan mengeras


Kian terang setitik cahaya dibalik mata yang tertutup,
“bukankah aku sudah ‘buta’ Tuhan dari nafsu ku? Bukan kah aku sudah merasakan desah nafas semesta luas-Mu?”.
Gejolak dalam hati menyeruak merobek bohong ku bersama terang cahaya itu.
Kian bergemuruh dari telinga tuli ku mendengar simfoni semesta yang tak mungkin ku dengar.
Kian jauh aku dari raga yang fana. 

Berat melepas emosi ku Tuhan. Tinggi nirwana yang Kau tawarkan.
Tak hayal aku tertarik. Tertarik oleh massa raga ku yang fana. “Aku jatuh Tuhan!”.
Kaleidoskop berlalu seperti kilat, menarik masa lalu.
Turun ke dasar ingatan ku, ke dasar nalar dan emosi ku.

Ku buka mata ini, aku sendiri. Sendiri diantara mereka yang juga sendiri.
Sendiri bersama mereka di semesta tanpa arah.

 

3 Januari 2014

refleksi lagu ‘Pulsating Star‘ oleh Flukeminimix.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s