intermezo : identitas diri (2 tahun status mahasiswa)

Posted: 29 Agustus 2014 in Tak Berkategori

Akhirnya penulis malas ini kembali berceloteh di liburan semester yang panjang (2 BULAN BROOOH). Ngomong2 soal liburan, sekarang gue masuk tahun ke-3 (smt 5) di perkuliahan. Masuk tahun ke-3 berarti udah mau punya dua angkatan adek tingkat. Angka 2 tahun bukan waktu yang lama buat hidup manusia pada umumnya. Bagi gue banyak hal baru yang gue pelajari, khususnya dalam proses pencarian jati diri (ini beneran).  

Gue sendiri belum sepenuhnya menemukan ‘diri’ gue yang sebenarnya. 2 tahun jadi mahasiswa gue menyadari akan pentingnya ‘identitas diri’, paling tidak bagaimana orang menilai kita. Gue teringat pernyataan dan pertanyaan yang pernah diajuin salah satu dosen di tengah perkuliahan.

Sebentar lagi saudara akan punya adik tingkat. Lalu apa yang saudara sudah miliki? Apa yang bisa saudara berikan kepada adik tingkat nanti? Sudah cukupkah?

Mungkin beberapa pembaca akan bertanya apa hubungannya dengan mencari ‘identitas diri’. Namun menurut gue akhir dari pertanyaan ini adalah seperti apa diri ini akan dikenal orang lain (merujuk pada identitas). Bukan menjadi orang lain, tapi menjadi diri sendiri

Berhubung gue mahasiswa biologi, gue sendiri udah punya beberapa peminatan. Meskipun belum bisa dibilang fokus. Misalnya gue lebih cenderung memilih bidang biologi yang lebih banyak ada di lapangan (misalnya ekologi dan konservasi). Sedangkan untuk peminatan gue cenderung milih primata nokturnal, serangga, dan sedikit mengenai botani. Dengan sedikit fokus ini (masih ga bisa dibilang fokus juga sih), beberapa orang mengenal gue dengan fokus yang udah gue jalanin. Mudahnya orang lain juga bisa mengenal orang lain dari sifat dan keahliannya. Nah sifat dan keahlian ini yang harus dicari dan diasah. Gue sendiri memilih fokus itu bukan sepenuhnya karena orang lain butuh, tapi memang karena gue suka. Jadi gak ada keterpaksaan untuk belajar.

Mungkin gue juga terlalu idealis dalam menentukan pilihan. Meskipun nantinya dalam dunia kerja misalnya, kita belum tentu sejalan dengan bidang kita. Misalnya lulusan biologi, tapi kerja di bank, akuntan, dll. Menurut gue itu gak masalah, meskipun tentunya kita bakal mikir sayang banget udah kuliah minimal empat tahun tapi kerja gak sesuai bidangnya. Ya itu bagi gue pilihan masing2. Menurut gue itu lebih baik dari pada empat tahun kuliah tapi terpaksa, yang ada itu buang2 kesempatan hidup. 

Dalam dunia perkuliahan kita juga harus ngembangin soft skill (manajemen, organisasi, dll). Pasalanya ini juga menurut gue basic dari kehidupan nanti, selain ada hard skill dan ditunjang spiritual. Gue gak terlalu bahas hard skill dan spiritualnya, soalnya bakalan panjang banget haha. Mungkin teman-teman bisa searching di mesin pencari, karena materi-materi ini biasanya udah banyak dishare. 

Kembali ke pencarian ‘identitas diri’. Semuanya gak semudah dalam ucapan. Tapi menurut gue, memang itu hukum yang berlaku bagi mereka yang ‘hidup’.  

Life and road in many ways
interacting with others
laughing, fighting, and crying
we crossover

– Crossover by Fear and Loathing in Las Vegas –

nb : buat yang gak suka lagu yang ada scream-nya lebih baik lihat liriknya aja😛

 

well, baru ini yang bisa gue tulis. Sedikit berceloteh tanpa arah. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s